Kamis, 31 Maret 2011

Vidi Aldiano -Pure Nuance (Nuansa Bening)- English Subtitle

‎:: oh tiada yg nebat dan mempesona ketika kau lewat dihadapanku biasa saja-waktu pertalian terjalin sudah ada yang menari pancaran diri terus mengganggu-mendengar cerita sehari-hari-yang wajar tapi tetap mengasikkan-...mmhh tiada kejutan p...esona diri pertama kujabat jemari tanganmu biasa saja ... masa perkenalan lewatlah sudah ...
ada yang menari bayang-bayangmu tak mau pergi = dirimu nuansa-nuansa ilham hamparan laut tiada bertepi=mmhh tiada kejutan pesona diri pertama kujabat jemari tanganmu biasa saja masa perkenalan lewatlah sudah ada yang menari bayang-bayangmu tak mau pergi=dirimu nuansa-nuansa ilham hamparan laut tiada bertepi-kini terasa sungguh semakin engkau jauh semakin terasa dekat-akan kukembangkan kasih yang kau tanam didalam hatiku - menatap nuansa nuansa bening tulusnya doa bercinta -kini terasa sungguh semakin engkau jauh semakin terasa dekat-akan kukembangkan kasih yang kau tanam didalam hatiku ::

Selasa, 29 Maret 2011

Sesungguhnya WANITA Itu CANTIK

Sesungguhnya WANITA Itu CANTIK

oleh "KATA-KATA HIKMAH" pada 29 Maret 2011 jam 5:17
Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:

1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman dan taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona.Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.

2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.

Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.

3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya

Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.

4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.

5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.

Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya

6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.

7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemaninya. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.

8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.

Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.


Sahabatku...
Kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi.
Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada.
Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara.
Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi.
Manakah yang akan Anda pilih?
Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

(oleh Zafiruddin Ziyaad )

http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2011/03/sesungguhnya-wanita-itu-cantik.html
http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2011/03/29/sesungguhnya-wanita-itu-cantik/

http://oerleebook.wordpress.com/2011/02/08/10-manusia-tersukses-di-dunia-dan-akhirat/

http://oerleebook.wordpress.com/2011/02/08/10-manusia-tersukses-di-dunia-dan-akhirat/

Selasa, 22 Maret 2011

SBY's Hand Signal.mp4

SBY's Hand Signal.mp4


SBY Hand Signal (simbol in Mysteries )
Lihatlah simbol ini terjadi di seluruh dunia. Lihatlah apa yang sebenarnya terjadi dan yang benar-benar dalang di balik demokrasi dan pelaksanaannya di berbagai negara. Bangun dan diberitahu tentang kebenaran di balik kenyataan.
http://www.youtube.com/watch?v=BrUjkmcvFTM

Senin, 21 Maret 2011

"Apa Yang Diambil Muhammad Dari Yahudi?": Menyingkap Motif Politik Zionisme Dibalik Orientalisme (I)

"Apa Yang Diambil Muhammad Dari Yahudi?": Menyingkap Motif Politik Zionisme Dibalik Orientalisme (I)

Senin, 21/03/2011 12:19 WIB
Judul di atas penulis ambil dari buku karangan Abraham Geiger. Pendiri Yahudi Liberal dan Pelopor Studi Islam, dengan judul aseli, Was hat Mohammed aus dem Judenthue aufgenommen? pada tahun 1833.
Dalam buku tersebut, Geiger menunjukkan bahwa sebagian besar Al Quran diambil atau didasarkan pada literatur Keyahudian. Geiger merujuk pada kenyataan akan banyaknya kosa kata dalam al-Qur’an berasal dari bahasa Ibrani seperti Tabut, Taurat, Jannatu ‘And (Eden), Jahannam (Gehinnom), Ahbar (habher), darasa, Rabbani, Sabt, Sakinat (Shekinah), Taghut, Furqan, Ma’un, Mathani (mishna), Malakut, dan lain sebagainya. Geiger juga mengecam penyimpangan dan rekayasa Nabi Muhammad terhadap ayat-ayat Qur’an yang menyudutkan Yahudi.
Dan anda tahu berapa umur Geiger saat menulis buku tersebut? 23 tahun! Apa hasil dari ini semua? Geiger berhasil lolos seleksi ke Universitas Bonn dan kelak menjadi Doktor teologi terhebat abad 19, sekaligus ingin mengatakan pada dunia: siapakah Agama terhebat sesungguhnya selama ini?
Bayangkan dari umur tujuh belas tahun, ia sudah sudah konsisten mengkaji bahasa dan sastra Arab. Selama berjam-jam, Geiger tekun mengkaji Al Qur’an di dalam Universitas tua di Jerman tersebut. Kecintaan Geiger pada ilmu mengantarkannya menyelami tema-tema filologi, Syriac, Ibrani, namun sesekali ia juga menghadiri perkuliahan dalam bidang Perjanjian Lama dan arkeologi di Geidelberg.
Benih kritis Geiger, sudah tertangkap saat ia masih kecil. Kala itu Geiger sudah mulai meragukan pemahaman tradisional Yahudi ketika studinya dalam sejarah klasik menemukan bahwa ada pertentangan dalam klaim Alkitab tentang otoritas Tuhan. Selanjutnya, Geiger berhasil melakukan pembaharuan dalam agama Yahudi, dari agama doktriner, menuju dinamis dengan mengambil area sekularisme dan nilai-nilai budaya lokal (semacam kearifan lokal).
Tapi Geiger sendiri ternyata bukan seorang Rabbi tulen, ia politikus handal dengan menancapkan visi bagaimana Yahudi nanti mampu diterima di Eropa, dan klaim-klaim anti semitisme akan tersingkirkan dengan memasukkan sekulerisme ke wilayah Yahudi. Ia juga tidak murni saintis, sebab ia pernah memimpin gerakan Yahudi saat masih duduk di bangku perkuliahan pada Universitas Heidelberg.
Nah kerja-kerja yang dilakukan anak muda bernama Geiger itulah yang kini banyak diterjemahkan dan disebarkan orang modern dengan nama liberalisme. Banyak para mahasiswa muslim ikut-ikutan (kalau tidak mau disebut mem-plagiati) usaha Geiger untuk menelanjangi Agama. Ada yang menyatakan homoseksual halal, Al Qur’an tidak suci, budaya tidak boleh ditaklukan agama, bahkan mereka melakukan itu tanpa pernah bertemu muka dengan Geiger sekalipun.
Orientalisme dan Misi Politik
Menurut, Adnan M. Wizan, konstruksi studi orientalisme dalam Islam sekarang sudah semakin berkembang luas. Misi orientalisme tidak lagi berputar pada kajian-kajian Sitem Isra Mi’raj, juga bukan pula pada diskursus sistem waris (sekarang sudah mulai dilakukan oleh feminis muslim), tapi orientalisme sudah menjadi kajian ilmiah dan murni akademik, namun dengan tujuan perang wacana dan pemberangusan ideologi teologis.
Seterusnya, Wizan, dalam bukunya Akar Gerakan Orientalisme, menyatakan bahwa organisasi-organisasi politik semacam Departemen Pertahanan dan Departemen Luar negeri menjadi potret penyempurnaan yang membantu mendesain bagi peluang-peluang yang aman dan menjurus pada penghancuran Islam dan Masyarakatnya. Pernyataan tersebut dapat dilihat dengan didirikannya Fakultas Studi Ketimuran di Universitas Indiana di wilayah Bloomington Amerika. Fakultas ini secara spesifik tidak lagi obyektif mengkaji dialektika Arab, namun perkuliahan semata-mata dilaksanakan demi memuluskan misi-misi pertempuran bangsa Amerika.
Hal ini pernah dialami cendekiawan muslim yang menetap di Makkah tersebut. Niatnya untuk mendapatkan siraman yang pure akademik tentang kajian orientalisme, ternyata mengalami ganjalan. Klaim sikap objektifitas dalam mengkaji sesuatu yang selama ini didengung-dengungkan oleh Barat ternyata hanyalah isapan jempol belaka. Dengarlah curahan hatinya berikut ini:
“Kami berkeinginan mengikuti studi di Unversitas Indiana program linguistik ketika Universitas tersebut Populer pada zamannya. Kami telah mengajukan proposal pada pihak universitas, atas kehendak Allah, kami diterima dalam program studi magister. Tetapi kami keheranan karena diterima dengan bersyarat, harus mengikuti kuliah cabang-cabang linguistik dan studi ketimuran. Sudah tidak asing lagi, mayoritas mahasiswa yang mempelajari materi linguistik akan mempraktekkan perspektif lingustik, dalam bahasa induknya bukan dalam bahasa Inggris. Seseorang Arab harus mempraktekkan dalam bahasa Arab. Seorang Perancis dalam bahasa Perancis dan begitulah seterusnya. … (Pada akhirnya) Kami tidak berpartisipasi dengan hal-hal yang dapat membantu orientalisme yang wajib ditulis oleh mahasiswa untuk para dosen sebagaimana yang telah ditetapkan oleh mereka,maka kami pun enggan melakukan itu, karena kami tidak mau memerangi Islam dan Bahasa Qur’an”
Kegelisahan Wizan ini pula yang sempat melanda salah seorang mahasiswa di salah satu kampus Islam ternama di Jakarta baru-baru ini. Dalam pengakuannya kepada penulis, ia menuturkan keanehan pada ujian salah satu matakuliah S2-nya. Saat itu banyak para dosen meminta para mahasiswa menjunjung sikap obyektif dalam melihat Barat. Namun di sisi lain, sang dosen tidak memberlakukan hal sama pada materi-materi Keislaman. Mahasiswa tersebut diintruksikan untuk “menerima atau meninggalkan” fiqh klasik Imam syafi’i yang ditulis abad ke 9. Ia dituntut harus berani mengrkitik Imam Syafi’i terkait hukum-hukum fikihnya tersebut. Menariknya mahasiswa itu ternyata bukan kuliah di Fakultas Syariah, melainkan jurusan Studi Islam dan Perdamaian.
Lho apa hubungannya teks Imam Syafi’i dengan Perdamaian? Rupanya ada masalah terhadap teks selama ini yang menyebabkan persengkataan politik antara dunia Timur dan Barat tidak pernah berkesudahan. Pemahaman militansi beragama dituding banyak menghambat proses interaksi antara dunia Timur sebagai warna Islam, dengan representasi Barat yang dimainkan Yahudi.
Dosen tersebut, tidak beda dengan Montgomerry Watt, seorang pendeta sekaligus orientalis, ketika menyeru bahwa watak bangsa Arab adalah berperang dan menjadi semakin berkembang dan terorganisir ketika Nabi Muhammad SAW membawa risalahnya.
Muatan politik dalam orientalisme ternyata bukan thesis baru. Profesor H. Ismail Jakub, dalam bukunya Orientalisme dan Orientalisten (1970), menyatakan bahwa tujuan dari misi politik dalam orientalisme hanya satu, yakni:
”Melemahkan Djiwa Persaudaraan (uchuwah Islamiyyah) diantara sesama kaum muslim, baik jang sebangsa, atau dari berbagai angsa. Tjaranya diantara lain, ialah dihidupkan semangat golongan jang ada sebelum Islam. Dan mengorbankan perbedaan dan perpetjahan di antara golongan-golongan kaum muslimin”
Apa yang dikatakan Profesor Ismail, hampir mirip dengan maksud Geiger dengan menggunting orisnilitas Islam dengan sisipan hegemoni Barat. Bedanya, Guru Besar IAIN Sunan Ampel tersebut kemudian menyatakan bahwa sisipan nilai-nilai Romawi menjadi rujukan para orientalis untuk menjelaskn dari mana ajaran Islam berasal.
Geopolitik Islam dan Zionisme
Keniscayaan politis ini membuat gerakan konspirasi melibatkan beberepa elemen fital dari kajian ketimuran. Perangkat segala aspek dalam Islam, seperti sosial, budaya, dan sejarah menjadi satu paket dalam misi-misi Zionisme ketika menginflitrasi Islam.
Alhasil, selangkah lebih maju dari diskusi ini, Edward Said dalam bukunya Orientalism (1978) akhirnya menuding bukan saja bermuatan politik, tapi orientalisme sudah mengandung sisi geopolitik dengan melibatkan berbagai hal seperti, naskah-naskah estetika, keilmuan, ekonomi, sosiologi, sejarah, dan filologi untuk melihat seluruh lapisan Islam. Siapakah yang bermain dibalik ini semua? Said mengatakan saham paling besar ada di tridente, Inggris-Prancis-Amerika. Adnan Wizan melihat orientalisme Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, AS, Uni Soviet.
Tapi terlepas dari jumlah mereka, semuanya digerakkan oleh satu aktor sama: Yahudi. Dan disatukan oleh satu misi yang sama: menghancurkan Islam. Kenapa? Meminjam, narasi Said, karena sampai dengan abad 21 ini, bagi orang Eropa, Timur memang merupakan kawasan dengan sejarah kontinuitas demonansi Barat yang tak tertumbangkan.
Tak pelak lagi, dalam berbagai hal, Islam adalah provokasi nyata!
Oleh karena itu, nanti kita akan melihat mengapa para founding father Negara Israel, ternyata adalah para akademis. Mereka ternyata dosen sekaligus zionis. Mereka hafal dunia Arab dari mulai hal yang kecil sampai yang paling besar. Bahasa Arab mereka bahkan bisa lebih pandai dari kita. Bacaan Qur’an mereka fasih bagai imam shalat di Madinah.(pz/Bersambung)

Tentang Rasa ( Astrid ) Karaoke.mp4


ASTRID-KARAOKE -SAMPAI KU SESAK .. HHMMHH.

Tentang Rasa ( Astrid ) Karaoke.mp4


ASTRID-KARAOKE -SAMPAI KU SESAK .. HHMMHH.

Vince Gill - I Still Believe in You


TWICE I SEND THIS VIDEO ... ISTILLBELIEVEINYOU

Minggu, 20 Maret 2011

Rasulullah Muhammad SAW Meredakan Rasa Cemburu Istrinya

Rasulullah Muhammad SAW Meredakan Rasa Cemburu Istrinya

Saif Al Battar
Ahad, 20 Maret 2011 07:42:09
Hits: 490
Aisyah r.a bercerita bahwa ia pernah cemburu kepada Shafiyah binti Huyai r.a dan bagaimana ia mengucapkan kata-kata kasar kepada Rasulullah SAW, ia berkata “Suatu hari aku keluar bersama Rasulullah dan beberapa istri beliau ikut serta. Pada saat itu barang bawaanku ringan dan aku menunggangi unta yang kuat, sedangkan barang-barang Shafiyah r.a berat dan dia menunggangi unta yang lemah dan lamban sehingga kami pun terpaksa berjalan pelan.
Rasulullah SAW kemudian berkata “Pindahkan barang-barang Aisyah ke unta Shafiyah dan pindahkan barang-barang Shafiyah ke unta Aisyah agar kita bisa meneruskan perjalanan.
Melihat hal itu aku emosi dan berkata “Wahai hamba Allah, bagaimana bisa Rasulullah mengesampingkan kita dan mendahulukan perempuan Yahudi ini”. Dengan serta merta Rasulullah SAW menjawab “Wahai Ummu Abdillah, barang bawaanmu ringan sementara barang bawaan Shafiyah berat, maka kami pindahkan barang-barangnya ke untamu dan barang-barangmu ke untanya”
Aku berkata “Bukankah engkau Rasulullah?” Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?”
“Bukankah engkau Rasulullah?, Tapi mengapa tidak adil?”
Waktu itu ayahku, Abu Bakar r.a mendengar perkataanku dan kesal, lalu dia mendatangiku dan hendak menamparku. Tapi Rasulullah SAW melindungiku “Sabar, Abu Bakar”
Abu Bakar r.a marah dan berkata “Wahai Rasulullah tidakkah kau dengar apa yang dikatakannya?”
Rasulullah SAW menjawab “Wanita yang sedang cemburu itu tidak bisa melihat bawah lembah dari atasnya” (HR Ibnu Hibban).
Cemburu adalah pembawaan wanita. Jika suami menyikapinya dengan jalan pikiran orang yang cemburu juga, maka akan hancur kehidupan rumah tangga dan tak akan ada satu pun rumah tangga yang terhindar dari api cemburu. Orang yang berkhayal bahwa kehidupan rumah tangganya tidak akan tersentuh masalah adalah tidak benar, karena permasalahan dalam rumah tangga ibarat garam dalam makanan, yang tanpanya akan terasa hambar. Demikian pula hubungan suami dan istri, tidak akan terlepas dari masalah sekalipun kecil dan sepele. Seseorang mengatakan “Kehidupan suami istri yang bahagia adalah kehidupan yang tidak pernah lepas dari perselisihan, yang seiring dengan berjalannya waktu perselisihan itu akan mensucikan rasa cinta antara keduanya dan semakin menguatkan ikatannya”.
Pernikahan adalah ikatan antara dua lawan jenis. Disitulah terletak tanda kekuasaan Allah, bahwa Dia tidak menciptakan dua makhluk yang sama dalam sifat dan perilaku. Sehingga wajar bila ketidaksamaan sifat dan perilaku itu menyebabkan perselisihan. Dan sesungguhnya perbedaan pandangan antara suami istri adalah hal yang wajar dan tidak ada alasan untuk takut menghadapinya. Tetapi perselisihan yang terjadi terus menerus, sikap saling membenci dan mudahnya emosi tersulut dalam menghadapi masalah yang kecil maupun yang besar adalah hal yang kita coba untuk menghindarinya dalam kehidupan rumah tangga.
Sehingga menjadi kewajiban bagi keduanya untuk menjadikan perbedaan itu sebagai sarana yang membangun dan menguatkan hubungan keduanya, bukan sebagai sarana yang menghancurkan. Sebagai sarana yang menguatkan pondasi kehidupan keduanya sehingga setiap pasangan memahami perilaku, tabiat serta karakter masing-masing demi tujuan menyatukan dan menyelaraskan jiwa. Untuk itu masing-masing pasangan dituntut untuk meminimalkan perselisihan dalam batas-batas yang wajar serta belajar untuk tidak hanya terpaku pada ideal-ideal perkawinan saja. Masing-masing pihak hendaknya menerima hal-hal normal dan wajar seraya berusaha kearah yang lebih baik. Wallahu`alam. (Kisahislami)